BPBD Pekanbaru Waspadai Asap Kiriman dari Luar Daerah Senin, 16/10/2023 | 17:07
PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru, masih mewaspadai kabut asap kiriman dari luar daerah. Pasalnya, kabut asap yang selama ini menyelimuti Kota Pekanbaru merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan dari kabupaten dan provinsi tetangga.
Itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Zarman Chandra, bahwa saat ini Kota Pekanbaru sudah zero fire atau nihil titik api. Sejak Minggu (15/10/2023) kemarin, Pekanbaru sudah tidak ada lagi kebakaran lahan.
Bahkan, kualitas udara di Pekanbaru pun sudah kembali membaik dengan indikator sedang. Hanya, saja dirinya mewaspadai kabut asap kiriman dari daerah tetangga.
"Alhamdulillah untuk saat ini memang kualitas udara di Pekanbaru sudah semakin membaik. Namun ini harus tetap kita waspadai," ujar Zarman, Senin (16/10/2023).
Menurutnya, wilayah Kota Pekanbaru berada di tempat yang sangat strategis. Kota Pekanbaru berada di tengah Pulau Sumatera dan di tengah Provinsi Riau.
Bahkan, di sekeliling Kota Pekanbaru adalah wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan. Sehingga, posisi Kota Pekanbaru sangat tidak diuntungkan dengan adanya kebakaran hutan dan lahan di daerah tetangga.
"Dimana sekelilingnya itu adalah daerah yang berpotensi terjadinya kebakaran lahan dan juga hutan. Artinya, soal kabut asap tersebut, sewaktu angin dari selatan menuju ke Utara melintasi Pekanbaru ini harus diwaspadai," ungkapnya.
Karena itu, yang terpenting saat ini adalah sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kota agar selalu berperilaku hidup sehat.
"Bagaimana kita selalu berperilaku hidup sehat ini yang menjadi slogan dan jargon yang kita sampaikan ke masyarakat yang ada di Pekanbaru. Dimana masyarakat diminta untuk tidak membakar sampah, tidak membuka lahan dengan cara membakar, ini yang selalu kita sampaikan," pungkasnya.(hrc)