www.warnariau.com
Melayu Minta Antisipasi Karhutla di Masa Mendatang Jadi Prioritas Daerah
Rabu, 28/08/2019 - 11:59:06 WIB



PEKANBARU,WARNARIAU.COM - Prihatin dengan kebakaran hutan dan lahan di Riau, Direktur Eksekutif Pijar Melayu, Rocky Ramadani berkunjung ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau dan ditemui langsung Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger. Kepada Edwar, Rocky menyampaikan dukungan atas penyelesaian permasalahan kebakaran hutan dan lahan.

"Pak Edward menyampaikan bahwa kini jumlah titik panas di Riau sudah jauh menurun drastis, meskipun masih ada dan terus ditangani, kabut asap di Provinsi Riau lebih banyak kiriman dari Provinsi tetangga. Karena itu lah BPBD Riau hari ini mengirimkan bantuan satu unot helicopter WB jenis Kamov ke Provinsi Jambi  untuk membantu pemadaman Karhutla di sana," ujar Rocky menirukan.

Kepada BPBD Riau, Pijar Melayu mengapresiasi kerja keras BPBD beserta seluruh satgas karhutla dan relawan yang terlibat dalam penanggulangan Karhutla di Provinsi Riau. "Masyarakat perlu perimbangan informasi, bahwa  ada kerja keras pimpinan BPBD Riau beserta jajarannya yang dibantu TNI, Polri, Manggala Agni BPBD Kabupaten/ Kota beserta relawan yang berjibaku siang malam tanpa lelah memadamkan titik api yg berada di wilayah riau ini," lanjut Mahasiswa Pascasarjana UIR ini.

Meski demikian, Rocky menggarisbawahi terus terulangnya peristiwa Karhutla yang menjadi sorotan nasional, dimana sebelum tahun ini juga terjadi secara massif pada 2015 yang lalu.

"Kami meyakini hal ini terjadi karena  kurangnya kesadaran masyarakat utk tdk melakukan pembakaran dlm membuka lahan..  Penegakan hukum harus lebih ditingkatkan agar dapat  menimbulkan efek jera...  Penegakan hukum, tentu menjadi domain aparat Kepolisian, Kejaksaan serta Peradilan, sedangkan BPBD bisa melakukan upaya pencegahan dengan melibatkan seluruh komponen pemerintahan, masyarakat serta pihak swasta yang berkait langsung, yaitu sektor perkebunan," tandas Rocky.

Kepada Kepala BPBD, Pijar Melayu mengusulkan dilakukannya upaya penyuluhan, sosialisasi bertingkat, di tingkat aparatur pemerintahan hingga desa, masyarakat umum, hingga korporasi perkebunan. Kerjasama semua komponen ini diyakini bisa membendung ekskalasi Karhutla di masa mendatang. 

"Apalagi saat ini alat pemadaman portable sudah berharga murah, yang bisa diakses memanfaatkan APBD, dana desa atau CSR perusahaan perkebunan. Sehingga begitu terjadi Karhutla, serta merta ada kesiapan lokal dalam penanganan agar tidak membesar dan berdampak luas. Perusahaan perkebunan bahkan bisa mengambil inisiatif melatih warga sekitar agar memiliki relawan bencana kebakaran lahan yang sewaktu-waktu bisa diterjunkan," tandas Rocky. (rilis)



 
Berita Lainnya :
  • Melayu Minta Antisipasi Karhutla di Masa Mendatang Jadi Prioritas Daerah
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Catat! ASN Pemprov Riau harus Masuk Kerja Tanggal 10 Juni Siap-siap Disanksi
    2 Gubri Open House Idul Fitri hingga Tiga Hari, Seluruh Warga Diundang
    3 Gubri Lepas 700 Santri ke Pesantren Al Fatah Magetan
    4 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    5 ASN Pemprov Riau Wajib Masuk 10 Juni, yang Tambah Libur Dikenakan Sanksi
    6 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    7 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    8 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    9 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    10 Syamsuar Dukung Riau Bebas Kendaraan Odol Demi Jalan Tanpa Lubang
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved