www.warnariau.com
Pakar Hukum: Penangkapan Eggi Sesuai Prosedur Tapi Berlebihan
Selasa, 14/05/2019 - 14:19:20 WIB



JAKARTA, WARNARIAU.COM -- Polda Metro Jaya memberikan surat pemberitahuan penangkapan terhadap tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana saat dia diperiksa penyidik. Hal itu dianggap janggal dan berlebihan. Namun, sejumlah pendapat menilai penangkapan itu sesuai prosedur.

Kuasa hukum tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana, Pitra Romadoni, menilai pemberian surat penangkapan terhadap Eggi tersebut merupakan sebuah kejanggalan karena diberikan saat kliennya itu tengah diperiksa di ruang penyidik.

Penangkapan itu sendiri sudah dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Menurutnya, setelah masa penangkapan 1 x 24 jam penyidik memiliki wewenang untuk memutuskan menahan Eggi atau tidak.

Lantas apa beda surat penangkapan dan penahanan?

Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Teuku Nasrullah menyebut surat perintah penangkapan adalah pengekangan kebebasan terhadap tersangka sebuah kasus selama 1 x 24 jam.

Sementara surat perintah penahanan adalah pengekangan kebebasan terhadap tersangka sebuah perkara dengan jangka waktu yang lebih lama.

Berdasarkan Pasal 1 angka 20 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penangkapan adalah suatu tindakan penyidik berupa pengekangan sementara waktu kebebasan tersangka atau terdakwa apabila terdapat cukup bukti guna kepentingan penyidikan atau penuntutan dan atau peradilan dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam undang-undang.

Sementara itu berdasarkan Pasal 1 angka 21 KUHAP, penahanan adalah penempatan tersangka atau terdakwa di tempat tertentu olehpenyidik, atau penuntut umum atau hakim dengan penetapannya, dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam undang-undang.

"Makna penangkapan melakukan pengekangan kebebasan orang dalam 1x24 jam, jadi dalam waktu 1x24 jam sejak surat perintah [yang bersangkutan] hanya ada di Mapolda Metro," kata Teuku Nasrullah saat dihubungi wartawan, Selasa (14/5).

Menurutnya, penerbitan surat perintah penangkapan terhadap Eggi Sudjana oleh polisi sudah sesuai prosedur dan taat administrasi.

"Sesuai aturan dan taat administrasi karena Eggi sudah datang langsung diserahkan surat penangkapan maka itu harus diterjemahkan 'sementara waktu you tidak bisa ke mana-mana'," katanya.

Namun demikian, ia menilai tindakan polisi tersebut cukup berlebihan dan dapat menimbulkan multitafsir di masyarakat.

"Sebenarnya menurut saya tidak perlu surat perintah penangkapan, untuk apa? Berlebihan, menimbulkan tafsir yang berlebihan di masyarakat, tapi polisi ingin kepastian kepada dirinya bahwa jangan-jangan nanti abis salat dzuhur [Eggi] pergi," tutur dia.

Baru setelah 1x24 jam atau masa surat penangkapan selesai, polisi menentukan kembali apakah Eggi dibebaskan atau dikeluarkan surat perintah penahanan.

Dalam tahap penyidikan, berdasarkan KUHAP, masa penahanan maksimal adalah 20 hari dan dapat diperpanjang selama 40 hari. Syarat penahanannya terdiri dari syarat objektif dan subjektif.

Syarat objektif ialah berupa ancaman hukuman yang menjerat tersangka lima tahun atau lebih serta sejumlah pasal tertentu. Sementara, syarat subjektif terdiri dari kekhawatiran tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatan pidananya.

Argo Yuwono sendiri menyebut surat perintah penangkapan itu diberikan setelah pihaknya menyelesaikan pemeriksaan terhadap Eggi. Menurutnya, penangkapan itu pun sudah sesuai prosedur.

"Ya namanya teknis, masa kita tangkap di jalan sana gitu? [Eggi] sudah ada di Polda Metro, setelah selesai [pemeriksaan] baru kita berikan [suratnya] kan, kan beliau tanda tangan juga. Nah, misalnya sedang diperiksa terus tanda tangan kan enggak mungkin itu," kata Argo di Mapolda Meteo Jaya, Selasa (14/5).

"Jadi sudah selesai pemeriksaan, sudah dibacakan hak-haknya, dibacakan penangkapannya, akhirnya yang bersangkutan mengerti dan tanda tangan juga ya," lanjut Argo.(CNN Indonesia)



 
Berita Lainnya :
  • Pakar Hukum: Penangkapan Eggi Sesuai Prosedur Tapi Berlebihan
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    2 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    3 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    4 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    5 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    6 Syamsuar Dukung Riau Bebas Kendaraan Odol Demi Jalan Tanpa Lubang
    7 Sekdes Desa Buluhcina Jarang Masuk Kantor, Ini Tanggapan Kades
    8 Ritual Bakar Tongkang di Bagansiapiapi
    Polda Riau Bekuk 4 Polisi Pengedar Narkoba
    9 Dua Pelaku Pemerkosa dan Pemenggal Kepala di Siak Ditangkap
    10 Jadi Pengemis & Ditangkap Dinsos Jakarta, Marshanda Tidak Malu Mengakui Orang Ini Ayahnya
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved