www.warnariau.com
Dipukul Saat Meliput Aksi 22 Mei, Jurnalis Mengadu ke Propam
Sabtu, 25/05/2019 - 09:09:46 WIB



JAKARTA, WARNARIAU.COM -- Kasus dugaan menghalangi kerja jurnalistik dan penganiayaan terhadap wartawan CNNIndonesia.com saat peliputan Aksi 22 Mei resmi diadukan ke Propam Polda Metro Jaya pada Jumat (24/5).

Pengaduan itu dilakukan wartawan CNNIndonesia.com Ryan Hadi Suhendra didampingi redaktur pelaksana dan divisi legal dari perusahaan media tersebut. Pengaduan sendiri diterima oleh staf di Sentra Pelayanan Propam Polda Metro Jaya pada pukul 14.00 WIB.

Dalam pengaduannya, Ryan menjelaskan secara langsung maupun tertulis peristiwa dugaan menghalangi kerja jurnalistik dan penganiayaan oleh oknum Brimob di kawasan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kejadian itu bersamaan dengan Aksi 22 Mei.

Dalam keterangannya, Ryan diduga dipukul oleh aparat keamanan saat merekam video aparat yang menangkap terduga provokator massa. Hingga kini, ponsel yang dipakai untuk merekam peristiwa juga belum dikembalikan oknum tersebut.

Saat itu, Ryan sedang meliput di barisan massa yang melempari batu ke arah pasukan polisi. Massa juga berusaha merangsek ke Markas Polsek Gambir, namun dicegah aparat.

Suasana bertambah kacau pada pukul 09.30 WIB. Aparat kepolisian kemudian memukul mundur massa. Ketika itu, polisi menangkap orang yang diduga sebagai provokator.

"Saya juga dipukul di bagian wajah, leher, lengan kanan bagian atas, dan bahu oleh beberapa aparat Brimob dan orang berseragam bebas," kata Ryan, dalam kronologi tertulisnya.

Usai pengaduan, pihak wartawan mendapatkan tanda terima pengaduan. Pihak Sentra Pelayanan Propam Polda Metro Jaya menyatakan pengaduan itu akan diproses dan ada pemberitahuan selanjutnya.

Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta sebelumnya mencatat setidaknya terdapat tujuh jurnalis yang mengalami kekerasan, intimidasi dan persekusi sejak dini hari hingga pagi saat meliput kerusuhan 22 Mei.

Mereka adalah Budi Tanjung (Jurnalis CNNIndonesia TV), Ryan (Jurnalis MNC Media), Ryan Hadi (CNNIndonesia.com), Fajar (Jurnalis Radio Sindo Trijaya), Fadli Mubarok (Jurnalis Alinea.id), dan dua jurnalis RTV yaitu Intan Bedisa dan Rahajeng Mutiara.

Kekerasan terhadap jurnalis juga diduga dilakukan oleh massa yang berunjuk rasa. Mereka melakukan persekusi dan merampas peralatan kerja jurnalis seperti kamera, telepon genggam, dan alat perekam. Massa memaksa jurnalis untuk menghapus semua dokumentasi berupa foto maupun video.

"Kami mendesak aparat keamanan dan masyarakat untuk menghormati dan mendukung iklim kemerdekaan pers, tanpa ada intimidasi serta menghalangi kerja jurnalis di lapangan," ujar Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani dalam keterangan tertulis, Rabu.(CNN Indonesia)



 
Berita Lainnya :
  • Dipukul Saat Meliput Aksi 22 Mei, Jurnalis Mengadu ke Propam
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    2 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    3 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    4 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    5 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    6 Syamsuar Dukung Riau Bebas Kendaraan Odol Demi Jalan Tanpa Lubang
    7 Sekdes Desa Buluhcina Jarang Masuk Kantor, Ini Tanggapan Kades
    8 Ritual Bakar Tongkang di Bagansiapiapi
    Polda Riau Bekuk 4 Polisi Pengedar Narkoba
    9 Dua Pelaku Pemerkosa dan Pemenggal Kepala di Siak Ditangkap
    10 Jadi Pengemis & Ditangkap Dinsos Jakarta, Marshanda Tidak Malu Mengakui Orang Ini Ayahnya
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved