www.warnariau.com
Cegah Covid-19, Gubri Syamsuar Imbau Umat Islam Tidak Salat Berjemaah di Masjid, Termasuk Salat Jumat
Rabu, 25/03/2020 - 13:25:03 WIB



PEKANBARU, WARNARIAU.COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengimbau tokoh agama Islam di provinsi Riau agar salat Jumat pekan ini ditiadakan di masjid. Imbauan disampaikan Gubri untuk menghindari keramaian di rumah ibadah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di provinsi Riau.

"Imbauan saya kalau bisa Jumat ke depan mungkin salat di rumah saja," kata Syamsuar kepada wartawan usai menggelar pertemuan dengan para tokoh agama, adat dan masyarakat Riau di Gedung Daerah Pekanbaru, Selasa (24/3/2020) malam.

Begitu juga dengan salat lima waktu berjemaah di masjid, diharapkan tidak ada orang yang berjemaah di masjid. Namun azan di masjid tetap dikumandangkan setiap masuk waktu salat.

"Tadi Sekjen MUI Riau menyampaikan sepakat kepada kami, di masjid itu ada orang salat di sana, tapi tidak berjemaah lagi. Yang berjemaah itu paling-paling iman dan bilal. Dan masjid tetap melaksanakan azan," terangnya.

Tak hanya itu, mantan Bupati Siak juga meminta ceramah di masjid dan musala untuk sementara waktu dihentikan.

"Kemudian ceramah-ceramah yang sudah terjadwal diberbagai masjid dan musalah, kalau bisa diberhentikan dulu," pintanya.

"Begitu juga ibadah di Gereja, Vihara dan Pura, para tokoh sudah sepakat tidak melibatkan jemaah banyak," sambungnya.

Gubri menyampaikan tujuan pihaknya mengundang para tokoh agama, baik Islam, Kristen, Hindu dan Budha, serta tokoh adat dan masyarakat, agar mereka bisa membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat. Kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menyikapi merebaknya virus Corona ini untuk keselamatan masyatakat itu sendiri.

"Karena tujuan pemerintah membuat semua ini untuk memelihara kesehatan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat," ucapnya.

"Tadi saya sampaikan jangan positif satu Covid-19 di Riau ini dianggap sedikit, karena ada ribuan orang di Riau ODP yang diantaranya datang dari Malaysia. Dan pasien PDP yang dirawat di rumah sakit sebagaian besar memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia," tambahnya.

Menurutnya, jika Orang Dengan Pemantauan (ODP) dan Pasien Dengan Pemeriksaan (PDP) di Riau ini dilakukna rapit test (tes cepat) Covid-19, maka akan ketahuan terinfeksi atau tidak.

"Makanya saya katakan kasus Covid-19 di Riau ini tidak sederhana. Karena itu kami harapkan dukungan dari tokoh agama, masyarakat dan adat agar mereka bisa menyampaikan kepada jemaah dan masyarakat. Karena ini semua dalam dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona," cakapnya.(cakaplah)



 
Berita Lainnya :
  • Cegah Covid-19, Gubri Syamsuar Imbau Umat Islam Tidak Salat Berjemaah di Masjid, Termasuk Salat Jumat
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Empat Bupati dan Walikota Pekanbaru Tak Terlihat di Rakor Karhutla Riau
    2 Catat! ASN Pemprov Riau harus Masuk Kerja Tanggal 10 Juni Siap-siap Disanksi
    3 Gubri Open House Idul Fitri hingga Tiga Hari, Seluruh Warga Diundang
    4 Gubri Lepas 700 Santri ke Pesantren Al Fatah Magetan
    5 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    6 ASN Pemprov Riau Wajib Masuk 10 Juni, yang Tambah Libur Dikenakan Sanksi
    7 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    8 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    9 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    10 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved