www.warnariau.com
11 Desa di Aliran Sungai Kampar Terancam Banjir
Selasa, 06/11/2018 - 09:36:05 WIB



PEKANBARU, WARNARIAU.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Kabupaten Kampar menetapkan status awas, pasca pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang. 11 Desa di sekitar waduk terancam terendam banjir.Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra mengatakan, pembukaan 3 pintu waduk dilakukan karena meningkatnya debit air di bendungan.

"Untuk saat ini kita masih status awas. Namun kita terus memantau debit air selama 12 jam ke depan pasca pembukaan pintu air. Perkiraan kita bakal ada peningkatan tinggi air sungai Kampar hingga 20 sentimeter pasca dibukanya PLTA Koto panjang," kata Adi, Senin (5/11/2018).

Operator PLTA Koto Panjang memutuskan untuk membuka tiga pintu pembuangan air menyusul meningkatkan debit air di waduk tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Pembukaan itu dilakukan pada pukul 14.00 WIB tadi setelah debit air mencapai level tertinggi yakni 82,5 meter diatas permukaan laut (mdpl).

Pintu air yang dibuka diantaranya adalah pintu satu, tiga dan lima. Hingga sore ini, ketiga pintu air itu masih terus dibuka dan mengucurkan air cukup deras untuk dibuang ke Sungai Kampar.

Sementara itu, sedikitnya 11 desa yang berlokasi di sepanjang Sungai Kampar berpotensi terendam banjir menyusul dibuka tiga pintu air tersebut.

11 desa yang menurut BPBD Kampar harus siaga tersebut adalah Desa Merangin, Desa Lereng, Desa Pulau Terap, Desa Pulau Balai, Desa Pulau Jambu, Desa Kuok, Desa Ranah, Desa Tambang, Desa Limau Manis, Desa Padang Mutung dan Desa Tanjung Berulak.

Adi memperkirakan selama 12 jam ke depan, debit air di Sungai Kampar akan terus mengalami peningkatan dan berpotensi merendam sebagian besar desa-desa tersebut.

Kondisi itu diperparah dengan tingginya curah hujan yang belakangan terjadi di Kabupaten Kampar. Dia menjelaskan jika hujan lebat terjadi bersamaan dengan pembukaan PLTA Koto Panjang, maka dikhawatirkan banjir besar yang terjadi pada 2016 silam akan terulang.

Saat itu, ribuan rumah di sepanjang daerah aliran sungai Kampar terendam banjir dan memaksa warga desa harus mengungsi.

"Kami khawatir kondisi 2016 terulang kembali. Tapi saya yakin dengan persiapan yang baik dan kesigapan kita semua mudah-mudahan bisa diatasi," tuturnya.(goriau)



 
Berita Lainnya :
  • 11 Desa di Aliran Sungai Kampar Terancam Banjir
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Catat! ASN Pemprov Riau harus Masuk Kerja Tanggal 10 Juni Siap-siap Disanksi
    2 Gubri Open House Idul Fitri hingga Tiga Hari, Seluruh Warga Diundang
    3 Gubri Lepas 700 Santri ke Pesantren Al Fatah Magetan
    4 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    5 ASN Pemprov Riau Wajib Masuk 10 Juni, yang Tambah Libur Dikenakan Sanksi
    6 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    7 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    8 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    9 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    10 Syamsuar Dukung Riau Bebas Kendaraan Odol Demi Jalan Tanpa Lubang
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved