www.warnariau.com
Gerakan Ekonomi Syariah, Sekarang Masyarakat Riau Bisa Berwakaf dengan Uang Tunai
Selasa, 27/08/2019 - 16:41:40 WIB
Edukasi Pengelolaan Wakaf Produktif dan Sertifikasi Nazhir Wakaf Uang di Aula BI Provinsi Riau, Selasa (27/8/2019).

PEKANBARU - Sekarang gerakan Ekonomi Syariah semakin dibumikan di Bumi Melayu ini. Salah satunya dengan memaksimalkan pengelolaan dan pengembangan wakaf. Di mana, saat ini wakaf juga sudah bisa dilakukan melalui uang tunai.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, bahwa pada dasarnya wakaf bisa disalurkan pada hal-hal yang sifatnya produktif selama ketentuan wakafnya terpenuhi.

"Masyarakat masih ada yang tidak tahu kalau ada wakaf tunai ataupun wakaf produktif. Misal, uang wakaf dari kita itu bisa kita buat untuk membangun pusat pendidikan, rumah sakit dan hotel syariah. Jadi tidak hanya berbentuk tanah," kata Gubri Syamsuar ketika ditemui usai acara Edukasi Pengelolaan Wakaf Produktif dan Sertifikasi Nazhir Wakaf Uang di Aula BI Provinsi Riau, Selasa (27/8/2019).

Lanjut Syam, dia berharap dengan adanya kegiatan edukasi pengelolaan wakaf produktif, ketertarikan masyarakat untuk memberikan wakaf tunai bisa meningkat. Apalagi kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kementerian Agama, Badan Wakaf, MUI, Pemda, dan pakar-pakar wakaf yang paham di bidangnya.

"Ini adalah salah satu gerakan ekonomi syariah yang sekarang bisa dikembangkan di Riau dan kami harapkan tentunya dapat dukungan dari masyarakat Riau," harap Syam.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Decymus mengatakan, bahwa sejauh ini pemahaman tentang wakaf di masyarakat umum khususnya di kalangan orang tua masih kurang. Di mana, mereka hanya mengetahui bahwa wakaf itu hanya berbentuk sebidang tanah untuk digunakan sebagai Kuburan dan Masjid.

"Kalau hanya tanah, tentu orang berfikir yang bisa memberikan wakaf ini hanya orang yang mampu, padahal tidak. Sekarang ini ada konsep wakaf baru yang sudah diajarkan sejak dulu oleh khalifah Usman Bin Affan melalui sumur wakaf. Yang manfaatnya jauh lebih banyak, yaitu melalui wakaf produktif," ujar Decymus.

Sambung Decymus, supaya wakaf produktif dapat dikelola dengan profesional dan amanah, maka pihaknya perlu membentuk ekosistem wakaf dan sertifikasi nazhir wakaf uang.

"Kita perlu membentuk ekosistem wakaf bukan hanya di Pekanbaru tapi di seluruh kabupaten dan kota. Nantinya ekosistem itu menjadi lingkungan yang akan menghubungkan antara yang memberikan wakaf, pengelola wakaf dan penerima wakaf," tutupnya. (Adv)






 
Berita Lainnya :
  • Gerakan Ekonomi Syariah, Sekarang Masyarakat Riau Bisa Berwakaf dengan Uang Tunai
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Catat! ASN Pemprov Riau harus Masuk Kerja Tanggal 10 Juni Siap-siap Disanksi
    2 Gubri Open House Idul Fitri hingga Tiga Hari, Seluruh Warga Diundang
    3 Gubri Lepas 700 Santri ke Pesantren Al Fatah Magetan
    4 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    5 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    6 ASN Pemprov Riau Wajib Masuk 10 Juni, yang Tambah Libur Dikenakan Sanksi
    7 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    8 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    9 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    10 Syamsuar Dukung Riau Bebas Kendaraan Odol Demi Jalan Tanpa Lubang
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved