www.warnariau.com
Penikaman di Jembatan London Disebut Sebagai Aksi Terorisme
Sabtu, 30/11/2019 - 08:15:48 WIB



JAKARTA, WARNARIAU.COM -- Insiden penikaman di Jembatan London, Inggris, Jumat (29/11) dikonfirmasi pihak kepolisian setempat sebagai 'serangan teroris'.

"Saya sekarang dalam posisi untuk mengkonfirmasi bahwa penikaman dinyatakan sebagai insiden teroris," ujar Assistant Commissioner Kepolisian Metropolitan London, Neil Basu, dalam sebuah pernyataan, mengutip AFP.

Dalam penyelidikan kasus tersebut, pihak kepolisian juga telah melibatkan tim anti-terorisme.

Setidaknya sejumlah orang diyakini terluka dalam insiden penikaman tersebut. Hingga saat ini belum ada angka pasti terkait jumlah korban yang dilaporkan.

"Kami yakin sejumlah orang terluka dalam kejadian ini," ujar pihak kepolisian, sebelumnya.

Polisi telah mengimbau agar warga tak berada di sekitar lokasi. Jembatan London juga ditutup usai insiden dilaporkan.

Polisi Tembak Mati Pelaku

Polisi menembak mati seorang pria terduga pelaku penikaman.

Basu mengatakan, pria tersebut sebelumnya diduga mengenakan rompi yang membawa sebuah paket bom. Namun, ternyata yang digunakan terduga hanya lah alat peledak tipuan.

Basu mengatakan bahwa timnya terbuka terhadap berbagai kemungkinan motif pelaku melakukan penikaman.

Insiden tersebut menghidupkan kembali ingatan akan serangan di lokasi yang sama pada Juni 2017 lalu. Sekitar 8 orang tewas dan 48 lainnya terluka saat tiga pria menabrak pejalan kaki dengan sebuah mobil van dan menyerang banyak orang secara acak.

Ketiga penyerang itu ditembak hingga tewas oleh aparat kepolisian. Insiden tersebut dikaitkan dengan aksi teror.

Pada awal bulan ini, Inggris telah menurunkan status dari tingkat ancaman teror di negaranya dari 'severe' menjadi 'substantial'. Dengan status ini, potensi serangan teror dilihat berada pada tingkat menengah.

Status 'substantial' ini terakhir kali diberlakukan pada Agustus 2014. Setelah itu, kondisi keamanan Inggris berangsur menurun dengan status tingkat ancaman teroris yang terus meningkat menjadi 'severe'. Pada Mei dan September 2017 status bahkan meningkat menjadi 'critical'.(CNN Indonesia)



 
Berita Lainnya :
  • Penikaman di Jembatan London Disebut Sebagai Aksi Terorisme
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Catat! ASN Pemprov Riau harus Masuk Kerja Tanggal 10 Juni Siap-siap Disanksi
    2 Gubri Open House Idul Fitri hingga Tiga Hari, Seluruh Warga Diundang
    3 Gubri Lepas 700 Santri ke Pesantren Al Fatah Magetan
    4 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    5 ASN Pemprov Riau Wajib Masuk 10 Juni, yang Tambah Libur Dikenakan Sanksi
    6 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    7 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    8 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    9 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    10 Syamsuar Dukung Riau Bebas Kendaraan Odol Demi Jalan Tanpa Lubang
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved