www.warnariau.com
Cerita Luapan Kegembiraan Orang Tua Saat Anaknya Kembali Bersekolah
Rabu, 10/02/2021 - 15:14:37 WIB



PELALAWAN, WARNARIAU.COM - Hampir satu tahun tak bersekolah, kegembiraan di raut wajah anak-anak kelas 4, 5 dan 6 langsung sumringah saat didengar kabar sekolah akan dimulai kembali Senin kemarin (8/2/2021). Orangtua/wali murid yang mengabarkan berita ini pada anak-anak mereka pun tak kepalang gembiranya. Luapan kegembiraan itu mereka tunjukkan dengan keinginan para orangtua/wali murid untuk bergotong royong, membersihkan sekolah yang lama tak terjamah.

"Orangtua/wali murid begitu antusias saat saya beritahu bahwa sekolah dengan sistim pembelajaran tatap muka terbatas, kita mulai Senin kemarin (8/2/2021)," kata Kepala Sekolah SDN 08 Angkasa, Kecamatan Bandar Petalangan, pada halloriau, Selasa (9/2/2021).

Dia menceritakan, jadi begitu sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah yang boleh melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, selaku Kepsek dia langsung menggelar rapat dengan para guru dan pejabat desa. Termasuk juga Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa Angkasa.

"Saya undang mereka pakai WA karena kondisi pandemi saat ini. Kita gelar rapat hari Sabtu kemarin (6/2/2021), membahas soal tehnis pembelajaran tatap muka terbatas dengan prokes yang ketat," ujar Suwardi yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah di salah satu SD di Kriung ini.

Mendengar ini, tak terbendung kegembiraan orangtua/wali murid. Mereka bahkan mengusulkan keinginannya untuk bergotong royong membersihkan sekolah yang sudah lama tak terjamah. Antusias para orangtua/wali murid ini tak disangka sama sekali oleh Suwardi.

"Mungkin karena sudah lama sekali anak-anak mereka tak sekolah. Jadi begitu diperbolehkan belajar tatap muka, mereka gembira mendengarnya," kata Kepsek Suwardi.

Kegembiraan ini juga, masih kata Suwardi, karena mungkin selama ini, baik anak maupun orangtua sudah jenuh, dengan kondisi belajar daring akibat kondisi pandemi Covid-19 ini. Pandemi Covid-19 yang telah meluluhlantakkan semua sendi bangsa ini, membuat para siswa hanya bisa menerima ilmu lewat online.

"Ini jelas merugikan semua, baik siswa maupun guru. Siswa jelas tak efektif hanya menerima pembelajaran lewat online dan tugas-tugas yang diberikan tanpa terlebih dahulu memahami materi yang diberikan. Guru pun begitu, ia jadi sulit untuk mengukur kemampuan siswa layaknya jika belajar tatap muka. Kondisi sulit seperti ini juga memang tak bisa dihindari karena adanya Covid-19," paparnya.

Usai rapat, para orangtua/wali murid langsung bergotong royong menata bangku sekolah yang akan dipakai oleh anak-anak mereka. Kebersamaan yang terbangun antara orangtua dan sekolah adalah sebagai bukti antusiasme masyarakat khususnya orangtua/wali murid karena anak-anak mereka kembali bersekolah.

"Tak ada kami mengajak atau mensetting untuk gotong royong. Ini spontanitas para orangtua/wali siswa saja untuk gotong royong membersihkan sekolah bahkan mereka ikut menata bangku sekolah yang akan dipergunakan para siswa sekolah," katanya.

Dia menilai, luapan kegembiraan para orangtua/wali murid ini dikarenakan sudah lamanya anak-anak mereka tak bersekolah akibat pandemi Covid-19 yang entah kapan akan berakhir ini.

Disingggung soal tehnis pembelajaran tatap muka di sekolahnya, Suwardi menjelaskan untuk pola pembelajaran tatap muka terbatas di sekolahnya ini terbagi menjadi dua shift. Misalnya, untuk kelas 6, maksimal hanya diisi 15 orang, sementara 15 siswa lainnya belajar keesokan harinya.

"Dengan pola seperti itu, kita sendiri jadi bisa mengontrol siswa agar tetap social distancing. Untuk prokes kita terapkan secara ketat, mencuci tangan dan memakai masker menjadi suatu kewajiban. Bahkan di hari pertama pembelajaran tatap muka terbatas di SDN 008 Angkasa, sekolah membagikan masker pada para siswa.

"Dalam kegembiraan pembelajaran tatap muka ini, kami pihak sekolah tetap memberlakukan prokes yang ketat. Dari pengukuran suhu tubuh, mencuci tangan dan pemakaian masker tetap diberlakukan. Sedangkan bagi siswa-siswa kelas 1, 2 dan 3 karena masih belum diperbolehkan belajar tatap muka, kini masih pembelajaran daring.

"Jadi untuk kelas 1, 2 dan 3 masih tetap menggunakan pembelajaran daring.

Terpisah, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan, Martias, menyampaikan hal yang kurang lebih sama soal antuasias orangtua/wali murid saat mendapati anak-anaknya kembali bersekolah, setelah nyaris satu tahun tak bersekolah. Pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah diperbolehkan di sekolah-sekolah dengan prokes kesehatan, menjadi pembelajaran penting bagi Dinas Pendidikan betapa orangtua/wali murid sudah lama menginginkan kembali ke sekolah.

"Alhamdulillah, dari peninjauan yang saya lakukan ke sekolah-sekolah yang diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, antusias orangtua/wali murid nyata terlihat. Dari tiga hari pembelajaran tatap muka yang sudah dilakukan, semua orangtua/wali murid hampir semua sudah menyerahkan surat pernyataan menyerahkan anaknya untuk kembali bersekolah. Ini menyiratkan antusias orangtua/wali murid untuk anak-anaknya kembali bersekolah," ujarnya.

Dikatakannya, sejauh ini dari evaluasi yang dilakukan Disdik Pelalawan tak ada kendala bagi sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Prokes kesehatan yang dilakukan di tiap sekolah sudah dijalankan sesuai protap yang ditetapkan Disdik Pelalawan.

"Kita berharap dalam evaluasi dua minggu ke depan, sekolah yang masih melakukan pembelajaran daring sudah bisa juga melakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Tapi untuk hal ini, tentu berpijak dari data Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19  yang terbaru," tukasnya.(halloriau)



 
Berita Lainnya :
  • Cerita Luapan Kegembiraan Orang Tua Saat Anaknya Kembali Bersekolah
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Empat Bupati dan Walikota Pekanbaru Tak Terlihat di Rakor Karhutla Riau
    2 Gubri Open House Idul Fitri hingga Tiga Hari, Seluruh Warga Diundang
    3 Catat! ASN Pemprov Riau harus Masuk Kerja Tanggal 10 Juni Siap-siap Disanksi
    4 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    5 Gubri Lepas 700 Santri ke Pesantren Al Fatah Magetan
    6 ASN Pemprov Riau Wajib Masuk 10 Juni, yang Tambah Libur Dikenakan Sanksi
    7 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    8 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    9 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    10 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved