www.warnariau.com
Antony Hamzah Tegaskan Tak Lakukan Penggelapan Sawit, begini penjelasannya
Sabtu, 02/10/2021 - 20:34:35 WIB
(Ket foto: Ilustrasi foto net)

KAMPAR,WARNARIAU.COM - Polres Kampar tengah melakukan pendalaman terkait dugaan penggelapan hasil panen kebun milik Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M) yang beroperasi di desa Pangkalan Baru, Kabupaten Kampar, Riau. Status kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan.

Sejumlah pihak dipanggil untuk dimintai keterangan. Diantaranya yang dilayangkan surat pemanggilan yakni Ketua Kopsa M Antony Hamzah dengan status sebagai terlapor.

Menanggapi hal itu, Antony Hamzah mengatakan pihaknya akan kooperatif mengikuti jalannya proses hukum di Polres Kampar. Namun begitu, dia menyampaikan sejumlah klarifikasi untuk meluruskan tuduhan penggelapan hasil perkebunan sawit yang berujung pada penahanan truk milik Kopsa M.

"Saya ingin meluruskan bahwa tuduhan dan laporan tentang penggelapan hasil panen sawit yang dilayangkan kepada kami, tidaklah benar," kata Antony Hamzah.

Dia menjelaskan, kronologi awal penjualan buah sawit ke BTR. Dimana sejak 1 Agustus buah sawit hasil panen Kopsa M dikirim ke PKS PTPN-V Sei Pagar menggunakan penjualan buah (PB) KOPSA-M yang sebelumnya menggunakan PB YHY.

"Tanggal 18 Agustus Pengurus mengirimkan DPU pencairan ke PTPN-V untuk pembayaran pinjaman pekerja yang akan dibayarkan pada 20 Agustus. Namun tidak ada jawaban dari pihak manager,"  kata dia.

Pada 21 Agustus, kata dia, kembali dikirimkan DPU ke pihak PTPN-V dan disampaikan bahwa pengurus akan menunggu pihak PTPN-V di bank BRI Marpoyan untuk pencairan dana. Namun tidak ada jawaban.

"Sehubungan tidak ada jawaban kepastian pencairan dana di escrow account Kopsa-M dan PTPN-V, dan adanya kebutuhan mendesak dana pinjaman pekerja maka pengurus memasukkan buah ke PKS Sei Pagar menggunakan PB YHY," ucapnya.

Pada Jumat sore, 28 Agustus 2021 satu truk buah dari Kopsa-M dilarang bongkar oleh N dan H A. Pada Sabtu pagi, 6 truk buah Kopsa M yang telah sampai di PKS Sei Pagar juga tidak boleh bongkar. Terkait hal itu, enam pengurus yakni Ketua dan Bendahara serta dua petani menghadap Askep Pabrik dan APM Pabrik .

"Kami mempertanyakan alasan kenapa buah dari Kopsa M tidak diterima? Mereka menjawab tidak boleh pakai PB YHY dan harus pakai PB Kopsa M yang dikeluarkan oleh pengurus RA LB. Karena Pengurus dan petani menolak menggunakan PB versi N, maka buah dari Kopsa M tidak boleh bongkar dan di suruh bawa pulang," kata dia.

Kemudian, pengurus bersama-sama petani yang hadir mencari PKS lain (PKS BTR) yang berlokasi paling dekat dari PKS PTPN-V sebagai bentuk antisipasi menghindari kerugian lebih besar yang diderita petani karena penyusutan dan pembusukan buah.

Atas usulan dan persetujuan petani, pengurus sementara waktu tetap  melakukan pengiriman buah ke PKS lain yang bisa membayar tunai penjualan buah pada hari berikutnya sebagai bentuk antisipasi atas tanggungjawab mencicil  kewajiban pada pekerja dan tagihan lainnya.

"Kemudian, pengurus dan petani mengantarkan buah ke PKS BTR," ucapnya.

Dia melanjutkan, pada 1 September, satu truk buah Kopsa M dengan sopir bernama Kiki diberhentikan ditengah jalan oleh karyawan PTPN-V H A dan menggiring truk untuk ke Polsek Perhentian Raja.

"Di polsek telah menunggu N dan Askep R D untuk membuat LP.  Namun tidak diterima oleh Polsek sehingga truk yang berisi buah dibawa ke Polres Kampar. Pada tanggal 2 September, telah ada LP yang dibuat oleh R D. Pada 3 September, sopir Kiki ditahan dengan tuduhan penggelapan buah kebun PTPN-V," kata dia. (warnariau)



 
Berita Lainnya :
  • Antony Hamzah Tegaskan Tak Lakukan Penggelapan Sawit, begini penjelasannya
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Empat Bupati dan Walikota Pekanbaru Tak Terlihat di Rakor Karhutla Riau
    2 Gubri Open House Idul Fitri hingga Tiga Hari, Seluruh Warga Diundang
    3 Catat! ASN Pemprov Riau harus Masuk Kerja Tanggal 10 Juni Siap-siap Disanksi
    4 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    5 Gubri Lepas 700 Santri ke Pesantren Al Fatah Magetan
    6 ASN Pemprov Riau Wajib Masuk 10 Juni, yang Tambah Libur Dikenakan Sanksi
    7 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    8 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    9 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    10 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved