www.warnariau.com
MRR Akan Gugat 15 Perusahaan Pembakar Hutan di Riau ke Pengadilan Tinggi
Kamis, 07/11/2019 - 20:42:55 WIB



PEKANBARU,WARNARIAU.COM - Yayasan Majelis Rakyat Riau (MRR) akan melayangkan gugugatan ke Pengadilan Tinggi terkait persoalan perambahan hutan yang diduga dilakukan perusahaan-perusahaan di Provinsi Riau.

Presiden MRR Riau, Datuk Suhardiman Amby, di Pekanbaru, Kamis menegaskan, langkah hukum itu diambilnya untuk menindaklanjuti temuan Panitia Khusus Monitoring Lahan DPRD Riau terkait 1,4 juta hektar lahan digarap secara ilegal. Meski temuan tersebut telah terjadi beberapa tahun lalu, namun status lahan itu masih belum dikembalikan menjadi kawasan hutan.

"Saya ingin mencoba melakukan langkah-langkah hukum memperjuangkan mengembalikan posisi kawasan itu menjadi kawasan hutan, hitungan kita 1,4 juta hektar itu dirambah korporasi, kemudian ada juga perorangan beberapa yang menamakan kelompok tani tapi kita yakin dibelakangnya ada cukong-cukong besar," ucap Datuk, sapaannya.

Untuk tahab awal, Suhardiman Amby akan mengajukan gugatan 15 perusahaan yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan memanfaatkan hutan secara ilegal.

"Kita kuasakan 15 dulu kepada kuasa hukum kita, tempatnya berbeda, tapi hampir di seluruh kabupaten kota di Riau. Ini sebagai percontohan awal sehingga jadi keseriusan bersama," ucapnya.

"Setelah status kawasan ini dikembalikan ke kawasan hutan. Nanti akan kita bawa juga ke jalur pidana," sambung Datuk yang merupakan mantan Ketua pansus monitoring lahan itu.

Kuasa Hukum LSM MRR, Rusdinur. SH MH mengatakan gugatan ini akan diajukan dalam waktu dekat. Dalam dua hari ke depan, pihaknya terlebih dahulu melakukan kajian.

"Kita lakukan gugatan class action, langkah kita satu demi satu untuk mengembalikan fungsi hutan ke pada fungsi sebenarnya, semoga mendapat respon," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar mendukung upaya yang dilakukan MRR. Masyarakat berhak melakukan gugatan jika menemukan pelanggaran-pelanggaran apalagi menyangkut perambahan kawasan hutan.

"Tentunya kita medukung jika ada masyarakat atau LSM yang menempuh jalur hukum. Apalagi ini terkait dugaan perambahan hutan," ucap Asri.

Kita sebagai anak Riau tentu lebih tahu dari orang diluar Riau, dari itu kita mendukung sepenuh nya jika ada masyarakat yang gugat pastinya kita dukung demi Riau tercinta," tutup Asri Auzar. (Warnariau)



 
Berita Lainnya :
  • MRR Akan Gugat 15 Perusahaan Pembakar Hutan di Riau ke Pengadilan Tinggi
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Catat! ASN Pemprov Riau harus Masuk Kerja Tanggal 10 Juni Siap-siap Disanksi
    2 Gubri Open House Idul Fitri hingga Tiga Hari, Seluruh Warga Diundang
    3 Gubri Lepas 700 Santri ke Pesantren Al Fatah Magetan
    4 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    5 ASN Pemprov Riau Wajib Masuk 10 Juni, yang Tambah Libur Dikenakan Sanksi
    6 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    7 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    8 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    9 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    10 Syamsuar Dukung Riau Bebas Kendaraan Odol Demi Jalan Tanpa Lubang
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved