www.warnariau.com
PSBM Diberlakukan, Kasus Positif Covid di Tampan Cenderung Turun
Kamis, 24/09/2020 - 13:49:24 WIB



PEKANBARU, WARNARIAU.COM - Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Tampan sudah berjalan seminggu terakhir. Selama diterapkan, penyebaran kasus di kecamatan terpadat penduduk itu cenderung turun.

PSBM ini diterapkan sejak tanggal 16 September malam dan akan berakhir 29 September mendatang. Dari data yang diperoleh wartawan, kasus positif di awal PSBM masih cukup tinggi di Kecamatan Tampan. Seperti pada tanggal 19 September lalu, ada 63 kasus di Kecamatan Tampan. Pada 20 September turun menjadi 60 kasus. Kemudian pada tanggal 21 September, turun drastis menjadi 7 kasus.

Namun, kembali ada kenaikan pada tanggal 22 September, sebanyak 15 kasus. Sehari setelahnya, atau 23 September, kembali naik menjadi 27 kasus.

Jika merujuk data komulatif se-Kota Pekanbaru, penyebaran virus corona cenderung naik turun. Pada tanggal 16 September, tercatat ada penambahan 100 kasus, 3 pasien meninggal.

Sehari setelah itu atau tanggal 17 September, naik menjadi 145 kasus. Namun, pada tanggal 18 September, turun menjadi 115 kasus, 1 meninggal. Sehari kemudian atau 19 September kembali ada penambahan 182 kasus, 1 meninggal.

Pada tanggal 20 September ada penambahan 120 kasus. Pada 21 September sempat turun drastis 80, 3 meninggal. Kemudian tanggal 22 September angka penambahan kembali naik, yakni 153 kasus, 23 September penambahan turun yakni 116 kasus, 5 meninggal.

Total sampai kini di Kota Pekanbaru tercatat ada 2.752 pasien positif, yang masih dirawat sebanyak 1.742 pasien. Dari total kasus itu, 962 pasien sudah sembuh, 48 lainnya meninggal dunia.

Pelanggaran Menurun

Berita sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengklaim, jumlah pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) Kecamatan Tampan sudah mulai turun.

"Hasil evaluasi PSBM dalam sepekan, ada penuruna pelanggaran. Pada awal PSBM memang ada banyak pelanggaran, terutama terkait penggunaan masker," kata Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT, Kamis (24/9/2020).

Ia berharap, masyarakat di wilayah kecamatan yang sedang diberlakukan PSBM, bisa patuh terhadap aturan. Apalagi, pada 20 September lalu, tim pemburu teking yang menyasar pelanggar protokol kesehatan sudah dibentuk dan diturunkan.

"Pemburu teking itu maksudnya memberikan pemahaman secara tegas kepada warga yang bandel atau teking dalam penggunaan masker. Karena, penggunaan masker menyelamatkan kita semua," kata Walikota.

Menurutnya, saat ini tim bertindak lebih tegas kepada pelanggar protokol kesehatan. Imbauan atau sosialisasi protokol kesehatan tidak ada ada lagi saat ini. Sebab, sudah dilakukan sejak enam bulan lalu.

"Kini, penegakan disiplin lebih tegas oleh pemerintah melalui aparat hukum," tegasnya.(cakaplah)



 
Berita Lainnya :
  • PSBM Diberlakukan, Kasus Positif Covid di Tampan Cenderung Turun
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Empat Bupati dan Walikota Pekanbaru Tak Terlihat di Rakor Karhutla Riau
    2 Gubri Open House Idul Fitri hingga Tiga Hari, Seluruh Warga Diundang
    3 Catat! ASN Pemprov Riau harus Masuk Kerja Tanggal 10 Juni Siap-siap Disanksi
    4 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    5 Gubri Lepas 700 Santri ke Pesantren Al Fatah Magetan
    6 ASN Pemprov Riau Wajib Masuk 10 Juni, yang Tambah Libur Dikenakan Sanksi
    7 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    8 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    9 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    10 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved