www.warnariau.com
Stok Minyak AS Bertambah, Harga Minyak Dunia Merosot
Kamis, 23/05/2019 - 11:39:22 WIB



JAKARTA, WARNARIAU.COM -- Harga minyak mentah dunia turun sekitar 2 persen pada perdagangan Rabu (22/5), waktu Amerika Serikat (AS). Pelemahan dipicu oleh membengkaknya persediaan minyak mentah AS yang di luar dugaan.

Selain itu, kekhawatiran investor terhadap sengketa dagang antara AS dan Beijing yang dapat mengganggu permintaan minyak juga menekan harga minyak.

Dilansir dari Reuters, Kamis (23/5), harga minyak mentah Brent berjangka turun US$1,19 atau 1,7 persen menjadi US$70,99 per barel. Pelemahan lebih dalam terjadi pada harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$1,71 atau 2,7 persen menjadi US$61,42 per barel.

Badan Administrasi Informasi Energi AS mencatat stok minyak mentah AS pada pekan lalu bengkak 4,7 juta barel menjadi 476,8 juta barel, tertinggi sejak Juli 2017. Sebagai pembanding, survei analis Reuters memperkirakan penurunan sebesar 599 ribu barel.

Direktur Kontrak Berjangka Mizuho Bob Yawger mengungkapkan laporan stok minyak mentah AS merupakan hal buruk mengingat sebentar lagi memasuki musim penggunaan kendaraan di AS.

"Ini berada di ekstrem paling ujung dari berbagai kemungkinan laporan yang bersifat menekan harga (bearish)," ujar Yawger di New York.

Persediaan bensin juga secara mengejutkan menunjukkan peningkatan sebesar 3,7 juta barel, di tengah permintaan bensin yang stabil menuju musim mengemudi. Padahal, para analis memperkirakan penurunan sebesar 816 ribu barel.

"Operator kilang beroperasi dengan laju yang lambat pada periode ini," ujar Partner Again Capital LLC John Kilduff saat menjelaskan faktor pemicu membengkaknya stok bensin di New York, dikutip dari Reuters, Kamis (23/5).

Prospek berlangsungnya perang tarif antara AS dan China juga turut menekan harga. Pembicaraan lanjutan antara pejabat tinggi kedua negara belum dijadwalkan lagi sejak pembahasan terakhir yang berakhir pada 10 Mei lalu. Saat itu, pembahasan berujung pada keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengerek tarif impor produk China.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchib mengatakan AS setidaknya perlu waktu sebulan lagi sebelum menentukan pengenaan tarif impor China berikutnya. Saat ini, AS masih memperlajari dampak pengenaan tarif tersebut terhadap konsumen.

Konflik dagang antara AS-China menekan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak global. Pada Selasa (21/5) lalu, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini dari 3,3 persen menjadi 3,2 persen.

Penurunan di pasar modal yang biasanya diikuti oleh merosotnya pasar minyak menambah tekanan pada harga minyak.(CNN Indonesia)



 
Berita Lainnya :
  • Stok Minyak AS Bertambah, Harga Minyak Dunia Merosot
  •  
    Komentar Anda :

     
    BERITA TERPOPULER
    1 Inilah Deretan Acara Pelantikan Gubernur dan Wagub Riau Besok Mulai di Jakarta hingga Pekanbaru
    2 Hore! Mulai 1 April Pengurusan e-KTP Bisa Dilakukan Diluar Domisili
    3 Panglima TNI: Kalau Mau Pakai Jilbab Pindah ke Aceh
    4 Pemprov Riau Bertekad Awasi Terus dan Tingkatkan Disiplin Pegawai
    5 Aduh! Program Walikota Pekanbaru di Nilai Gagal
    6 Syamsuar Dukung Riau Bebas Kendaraan Odol Demi Jalan Tanpa Lubang
    7 Sekdes Desa Buluhcina Jarang Masuk Kantor, Ini Tanggapan Kades
    8 Ritual Bakar Tongkang di Bagansiapiapi
    Polda Riau Bekuk 4 Polisi Pengedar Narkoba
    9 Dua Pelaku Pemerkosa dan Pemenggal Kepala di Siak Ditangkap
    10 Jadi Pengemis & Ditangkap Dinsos Jakarta, Marshanda Tidak Malu Mengakui Orang Ini Ayahnya
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar
    Redaksi Disclaimer Pedoman Media Siber Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 Warna Riau | Inspirasi Baru Berita Riau, All Rights Reserved