Sumardany Serap Aspirasi Warga Sri Meranti, Terbatasnya Akses Air Bersih Jadi Keluhan
PEKANBARU – Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Demokrat Daerah Pemilihan Kota Pekanbaru, H.M. Sumardany Zirnata ST, M.Sc, melaksanakan kegiatan reses dengan menjemput aspirasi masyarakat Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan mendasar yang dihadapi warga disampaikan secara langsung kepada wakil rakyat tersebut.
Kegiatan reses berlangsung dihadiri tokoh masyarakat, Ketua RW, perangkat kelurahan, serta warga setempat. Masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak, mulai dari akses air bersih, penanganan banjir, hingga bantuan sosial bagi warga kurang mampu. Kegiatan itu dilaksanakan di RT 01/RW 18 Kelurahan Sri Meranti, Pekanbaru, Senin (03/08/2026) sore.
Ketua RW 18 Kelurahan Sri Meranti, Hasyim, mengatakan di Kelurahan Sri Meranti terdapat 20 RW dengan jumlah penduduk sekitar 25 ribu jiwa. Menurutnya, sebagian besar masyarakat masih berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dan menghadapi berbagai persoalan.
"Di wilayah ini terdapat sekitar 20 RW dengan jumlah penduduk kurang lebih 25 ribu jiwa. Sekitar 70 persen masyarakat merupakan kalangan menengah ke bawah dan sekitar 70 persen wilayah kami juga terdampak genangan banjir," ujar Hasyim.
Ia mengungkapkan, persoalan yang paling banyak dikeluhkan warga adalah sulitnya mendapatkan air bersih. Karena itu, masyarakat berharap adanya program pembangunan sumur bor agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi.
"Selama ini masyarakat masih kesulitan memperoleh air bersih. Kami berharap ada program sumur bor dengan kualitas air yang layak untuk memenuhi kebutuhan warga," katanya.
Selain air bersih, Hasyim juga menyampaikan usulan pengadaan pendingin ruangan untuk masjid agar jamaah lebih nyaman saat beribadah. Warga juga meminta pembangunan drainase guna mengurangi genangan banjir yang kerap terjadi.
Tidak hanya itu, masyarakat turut mengusulkan peningkatan bantuan sosial bagi warga miskin. Menurut Hasyim, mayoritas masyarakat di wilayahnya bekerja sebagai buruh harian dan tukang bangunan sehingga membutuhkan perhatian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota DPRD Riau Sumardany Zirnata mengakui bahwa persoalan air bersih merupakan masalah yang sudah berlangsung lama dan harus segera mendapat solusi bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota.
"Masalah air bersih ini sudah menjadi PR turun-temurun. Nanti akan kita diskusikan bersama Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru karena penyediaan air bersih merupakan tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat," kata Sumardany.
Ia juga mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Menurutnya, pemerintah kota saat ini cukup aktif menghadirkan program-program yang dibutuhkan masyarakat sehingga perlu didukung bersama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Sumardany turut menyoroti pentingnya pembaruan data masyarakat penerima bantuan sosial. Ia menilai selama ini masih ditemukan penggunaan data lama yang menyebabkan bantuan belum sepenuhnya tepat sasaran.
"Pembaruan data masyarakat memang menjadi perhatian karena sebelumnya masih menggunakan data lama. Sekarang proses pemutakhiran data sudah sampai ke tingkat RW sehingga diharapkan seluruh program bantuan benar-benar tepat sasaran," ujarnya.
Menutup kegiatan reses, Sumardany menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi catatan untuk diperjuangkan melalui DPRD Riau. Ia memastikan usulan masyarakat akan diteruskan kepada pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
"Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami teruskan kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti. Harapannya, persoalan yang dihadapi warga Sri Meranti dapat diselesaikan secara bertahap melalui sinergi pemerintah provinsi dan pemerintah kota," tutup Sumardany.
Komentar Anda :